Pages

Tuesday, March 19, 2013

Sensasi dan Persepsi ~

Sensasi dan persepsi merupakan salah satu topik pembahasan di mata kuliah pengantar psikologi umum.
Sensasi merupakan proses penerimaan langsung melalui pengindraan. Contohnya ketika kita melihat seseorang betingkah aneh (indra penglihatan), mendengar seseorang bernyanyi (indra pendengaran),
mencium aroma baju (indra penciuman), mencicipi makanan (indra perasa) dan dicubit seseorang (indra perasa).

Sedangkan persepsi merupakan proses diterimanya rangsangan(objek, kualitas, hubungan antargejala, maupun peristiwa) sampai rangsang itu disadari dan dimengerti.
Persepsi bisa juga dibilang kesimpulan sementara atau hipotesis. Persepsi muncul akibat adanya sensasi. Bekerjanya satu atau dua indra merupakan suatu sensasi dan
dapat menyebabkan persepsi yang berbeda-beda pada setiap orang. Saya akan menceritakan salah satu pengalaman mengenai sensasi dan persepsi yang terjadi hari ini
dan berkaitan dengan indra pendengaran.

-> Selasa, 19 Maret 2013 11.30
saya dan beberapa teman (Daut, Ruri, Rina, Nomik)...

makan siang di tempat biasa kami makan. Selesai makan, seperti biasa, kami akan ngobrol-ngobrol sejenak. Berbagai
hal kami ceritakan ketika berkumpul. Perbedaan persepsi terjadi antara saya dan Rina. Saya tiba-tiba teringat kalau saya membawa minum dan berkata
"Aku bawa minum la, tapi masih penuh" . Saya bilang seperti itu karena si Rina mencari minum. Si Rina menyambung, "Apa vi?".
"Bawa minum" jawab saya.
"Enggak" jawab Rina.
Mendengar jawaban Rina saya jadi bingung. Tapi lama-kelamaan saya mengerti kalau maksud saya dan Rina berbeda. Dalam hal ini :
Sensasi        : Ketika bertanya "Bawa minum".
Persepsi   
Ala Rina    : Rina mengira bahwa saya bertanya ke dia apakah dia membawa minum atau enggak.
Ala Sylvi    : Saya mengulangi perkataan "Aku bawa minum la, tapi masih penuh" , tetapi digantikan dengan perkataan "Bawa minum".

Kesimpulan - persepsi tiap orang berbeda, tergantung bagaimana seseorang menanggapi suatu sensasi.

0 comments:

Post a Comment